Beton

Mengenal Wet Mix Dan Dry Mix Pada Beton

Mengenal Wet Mix Dan Dry Mix Pada Beton

Perbedaan wet mix dan drymix yang sama-sama dibuat di batching plant dengan metode yang sama dan hanya berbeda pada tahap pecampuran airnya.

Ranah dunia konstruksi mengalami kemajuan begitu pesat, tidak tertumpu pada satu elemen saja, proses produksi hingga menjadi sebuah produk untuk kebutuhan pembangunan yang dapat diandalkan, contohnya produk beton precast

elemen lain serta produk-produk konstruksi yang kami coba ulas yaitu pada produk beton.

Mengetahui Perbedaan Wet Mix dan Drymix dari Pembuatan dan Kegunaannya

Perbedaan wet mix dan drymix haruslah diketahui bagi yang menginginkan sebuah produk beton yang paling tepat. Pasalnya, keduanya memilki perbedaan meskipun sama-sama dibuat di batching plant.

Pemilihan bahan kedua jenis beton di atas dilakukan dengan cara yang terbaik. Proyeksi semua bahan dilakukan dengan selang secara penumatik di batching pant.

Yang membedakan adalah ketika air dicampurkan ke dalam adukan beton. Bahan dasar berupa semen, agregat dan bahan tambah haruslah diberi air agar semuanya tercampur menjadi satu adonan yang homogen.

  1. Wet mix
    Dalam aplikasi campuran wet mix, semua bahan termasuk semen, agregat, zat tambah dan air dicampur bersama sebelum dipompa melalui selang.  Biasanya, truk beton menampung campuran beton dalam  kondisi basah.
    Penggunaan beton jenis ini dialokasikan secara khusus, yaitu pada kebutuhan ready mix volume besar. Selain itu, beton ini juga ideal untuk lokasi konstruksi yang mudah diakses oleh truck concrete mixer.
  2. Dry mix
    Dalam aplikasi campuran kering, semua bahan kering – termasuk semen, agregat, dan bahan tambah – dicampur bersama-sama. Semuanya dipindahkan ke trux mixer. Namun, bahan berupa air dimasukkan ketika bahan berada dalam mixer. Inilah yang membedakan dry mix dengan wet mix.
    Umumnya, campuran kering digunakan untuk kebutuhan ready mix volume kecil hingga menengah. Khususnya adalah bagi konstruksi yang berada pada akses jalan terbatas yang lebih sulit dilalui.

Ingin tahu jenis gorong-gorong yang kami jual di sini? lihat di laman harga box culvert

Pembuatan Wet Mix dan Dry Mix

Semua proses pembuatan dry mix maupun wet mix ini dilakukan di batching plant atau pabrik beton. Inilah lokasi yang memiliki peralatan canggih dengan menggabungkan berbagai bahan untuk membentuk beton.

Beberapa input untuk pembuatan bahan ini adalah air, udara, pasir, agregat (batu, kerikil, dll.), Fly ash, slag, dan semen. Ada dua produk utaam batching plant. Yang pertama adalah dry mix dan yang kedua adalah wet mix.

Pabrik beton dapat memiliki berbagai bagian dan aksesori, termasuk: mixer, pengumpul semen, pengumpul agregat, konveyor, bak agregat, pemanas semen, pendingin, semen silo, kontrol batch plant, dan dan pengumpul debu.

Semuanya bekerja bersama dan dikendalikan oleh operator. Setelah proses pemilihan sampai pencampuran selesai barulah dihasikan sebuah campuran berupa beton yang siap diantar ke lokasi konstruksi.

Lihat produk wet mix dan dry mix untuk precast: harga tutup u ditch

Jenis Produk di Batching Plant

Jenis produk pertama adalah dry mix yang sering disebut dengan campuran kering atau Transit Mix Plant. Pada proses pembuatannya, maka dilakukan dengan proses : menimbang pasir, kerikil, dan semen dalam timbangan digital atau manual. Semua bahan kemudian dipindahkan ke saluran yang menuju ke truk.

Sementara itu, air ditimbang atau diukur secara volumetrik dan disalurkan melalui saluran pengisian yang sama ke truk mixer. Bahan-bahan ini kemudian dicampur selama minimal 70 hingga 100 putaran selama transportasi ke lokasi kerja.

Produk kedua adalah wet mix atau campuran beton basah. Campuran beton ini dibuat dengan menggabungkan beberapa atau semua bahan di atas (termasuk air) di dalam Mixer Beton.

Semua bahan dicampur dalam satu titik saja kemudian diaduk dalam perjalanan ke lokasi kerja untuk menjaga kualitas beton basah.

Perbedaan aplikasi produk beton wet mix dan dry mix?

Perbedaan dalam produksi pada wet-mix dan dry mix memiliki dua perbedaan antara lain:

  1. Perbedaan pada alat pengaduk
  2. Cara pengadukan material beton

Dalam proses produksi keduanya secara pneumatic (system penggerak dengan menggunakan tekanan udara).

Perbedaannya adalah ketika air ditambahkan ke dalam material. Dalam aplikasi wet mix, semua bahan termasuk semen, agregat, admixture dan air dicampur secara bersamaan sebelum dipompa melalui selang dan diproyeksikan secara pneumatik.

Biasanya, truk beton memasok campuran basah dan dipompa melalui rig shotcrete untuk penempatan. Umumnya, wet-mix digunakan untuk penempatan volume besar dengan akses mudah untuk kendaraan konstruksi.

Dalam aplikasi dry-mix, semua bahan kering – termasuk semen, agregat, dan ad-campuran – dicampur bersama-sama, disampaikan secara pneumatik melalui selang dan kemudian, di nosel melalui cincin air, air disuntikkan secara merata di seluruh campuran seperti itu sedang diproyeksikan.

Baca juga info penawaran: harga beton cor

Umumnya, dry-mix digunakan untuk penempatan volume kecil sampai sedang atau untuk kondisi dengan akses kendaraan terbatas.

Itulah perbedaan mendasar kedua produk dari batching plant. Perbedaan wet mix dan drymix ini memberikan lebih banyak pilihan bagi kontraktor dalam memiih jenis beton. Ketahui dulu jarak batching plant dari lokasi konstruksi, baru kemudian bisa memiih produk mana yang paling tepat.

About Indoprecast

Indoprecast.com adalah web penjualan berbagai macam beton pracetak, bila Anda memerlukan pemesanan produk kami silakan hubungi salah satu nomor kontak kami: Lukman: 0853 4888 8881 - Hakim: 0812 8280 2728 - Iksan: 085 7716 08999

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *