Beton

Beton Bertulang Struktur dan Cara Kerjanya

Beton Bertulang Struktur dan Cara Kerjanya

Dalam pembangunan gedung, terutama bertingkat, penggunaan beton bertulang sangat penting. Beton bertulang merupakan hasil pengerasan campuran kerikil atau batu pecah, semen, dan air dengan tambahan tulangan di dalamnya.

Baja dapat menahan kekuatan tekan seperti kekuatan tarik yang tidak terdapat pada beton, sehingga tulangan baja digunakan untuk menerima tegangan tekanan.

Sifat Dasar Beton

Beton memiliki sifat-sifat dasar yaitu harus memiliki suatu mibilitas tertentu dan tidak boleh mengalami segregasi atau pemisahan selama pengecoran.

Baca juga:

Harga Beton Ready Mix

Beton mempunyai sifat mekanis yang terbagi menjadi dua yaitu sifat jangka pendek yang meliputi kuat tekan, tarik, geser, dan modulus elastisitas serta sifat jangka panjang yaitu rangkak dan susut. Sifat jangka pendek pada beton yaitu:

Kuat Tekan

Nilai kuat tekan didapat dari pengujian standar menggunakan mesin uji dengan cara memberikan beban tekan bertingkat pada benda uji silinder beton hingga hancur.

Kuat Tarik

Jenis sifat ini cukup sulit diukur secara tepat. umumnya sifat tarik ini dapat diukur dengan modulus keruntuhan.

Kuat Geser

Pada beton kekuatan geser tidak mudah didapatkan karena sulitnya mengisolasi geser dari tegangan lainnya.

Modulus Elastisitas

Modulus elastisitas adalah kemiringan dari bagian awal grafik lurus dari diagram regangan – tegangan yang akan bertambah besar seiring bertambahnya kekuatan beton.

Sifat Jangka Pendek

Rangkak

Sifat ini merupakan bagian dari sifat di mana beton menjadi berubah bentuk secara permanen karena beban tetap yang bekerja terhadapnya. Rangkak timbul dengan intensitas yang berkurang dan terjadi selama beberapa tahun.

Susut

Susut secara umum merupakan perubahan volume beton yang tidak ada hubungannya dengan beban. Ada dua jenis susut pada beton yaitu susut plastis dan susut pengeringan.

Baca juga:

Harga Box Culvert

Bagian Struktur Beton Bertulang

Terdapat beberapa model konstruksi struktur beton bertulang dengan fungsi berbeda, yaitu:

1. Tulangan Beton

Tulangan dapat berupa besi polos ataupun besi ulir. Pada gambar kerja terdapat dua notasi utama untuk menjelaskan jenis besi dan ukuran diameter tulangan yang ada dalam beton bertulang. Notasinya berupa tanda Ø menandakan besi polos, sedangkan untuk besi ulir ditandai dengan huruf D.

Jadi, pada gambar kerja misalnya terdapat simbol 2Ø12 artinya beton menggunakan tulangan besi polos berdiameter 12mm sebanyak 2 buah. Sementara notasi 5D20 artinya menggunakan 5 batang besi ulir dengan diameter 20mm.

2. Plat Beton

Struktur plat beton yang menggunakan beton bertulang merupakan struktur beton yang biasa digunakan untuk lantai atau lantai atap sebuah bangunan. Selain itu juga dapat digunakan sebagai lantai jembatan ataupun lantai dermaga.

3. Balok Beton

Balok beton memiliki fungsi menahan tegangan tekan dan tegangan tarik yang disebabkan oleh adanya beban lentur pada balok tersebut. maka, sifat beton yang tidak cukup mampu menaan tegangan tarik itu yang menyebabkan sistem ini perlu ditambahkan tulangan baja di tempat tegangan tarik bekerja.

4. Kolom Beton

Kolom beton bertulang biasanya berbentuk persegi panjang, bujur sangkar, atau bulat. Pada kolom beton, posisi penulangan dapat dilakukan secara simetri atau mengelilingi tiap sisi. Metode pemasangan tulangan di bagian bawah kolom yaitu dibengkokkan ke bagian dalam lebih dahulu dan dijadikan stek dengan panjang kira-kira 40 kali diameter tulangan.

Kombinasi dan Cara Kerja Struktur Beton Bertulang

Beton bertulang terdiri dari kombinasi tulangan baja dan beton yang digunakan bersamaan sehingga menjadi kesatuan material yang utuh.

Kombinasi kerja beton dan baja berdasarkan pada:

  1. Lekatan tulangan baja dengan beton yang mencegah slip tulangan terhadap beton
  2. Beton memiliki sifat kedap yang dapat mencegah korosi tulangan.
  3. Beda tegangan antara dua permukaan bahan ditiadakan oleh derajat pemuaian akibat panas antara baja dan beton.
  4. Agregat yang digunakan ialah material granular seperti kerikil, pasir, dan batu pecah yang dicampurkan dengan semen hidrolik untuk membentuk beton.
  5. Agregat memiliki kriteria umum seperti butirannya halus dengan ukuran terbesar 5,0 mm dan agregat kasar berupa kerikil atau batu pecah dari industri dengan ukuran 5-40mm.
  6. Struktur beton bertulang terdiri dari beton dan tulangan yang bisa berupa besi polos atau besi ulir.

Struktur beton bertulang sangat penting dalam proyek konstruksi. Penggunaannya sangat luas, dapat sebagai pelat, kolom, atau balok beton yang memiliki kekuatan lebih daripada beton biasa

Baca juga

Harga Pagar Panel Beton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *